Jakarta, Sarita NewsInter Milan menunjukkan mentalitas kuat setelah bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Udinese dengan skor 5-3 pada giornata keempat Serie A 2026/2027 di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (15/9/2026) dini hari WIB.

Udinese sempat membuat tuan rumah terkejut setelah James Abankwah membuka keunggulan pada menit kesembilan. Tujuh menit berselang, Jurgen Ekkelenkamp menggandakan keunggulan tim tamu menjadi 2-0.

Inter yang tertinggal dua gol tidak menyerah. Carlos Augusto memperkecil ketertinggalan pada menit ke-26 melalui tembakan dari luar kotak penalti.

Sembilan menit kemudian, Nicolo Barella berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Skor tersebut bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Inter tampil lebih agresif. Marcus Thuram membawa Nerazzurri berbalik unggul pada menit ke-57 setelah memanfaatkan umpan tarik Andy Diouf.

Inter kemudian semakin menjauh. Francesco Pio Esposito mencetak gol keempat pada menit ke-67, sebelum Ange-Yoan Bonny menambah keunggulan menjadi 5-2 pada menit ke-79.

Udinese masih mampu memperkecil ketertinggalan melalui Idrissa Gueye pada menit tambahan waktu. Namun, gol tersebut tidak mampu mengubah hasil akhir dan Inter tetap menang 5-3.

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengakui timnya tidak tampil sesuai harapan pada awal pertandingan. Menurutnya, Udinese mampu memanfaatkan kondisi tersebut dengan baik.

“Ini adalah kualitas kami dan apa yang kami tahu bisa kami lakukan. Kami bisa mencetak banyak gol dan menjaga level permainan tetap tinggi. Selain 25 menit pertama ketika kami mencoba melakukan beberapa hal tanpa energi yang tepat, dan Udinese mampu memanfaatkan sikap kami, kami berhasil merespons dengan baik,” kata Chivu usai laga.

Chivu menilai respons para pemain menjadi salah satu hal positif dari pertandingan tersebut. Inter mampu tetap berada dalam permainan meski sempat tertinggal dua gol.

“Kami tetap berada dalam permainan, tidak ingin kalah, dan saya senang dengan hal itu. Saya juga perlu menganalisis apa yang tidak berjalan dan apa yang mungkin tidak bisa saya sampaikan kepada tim. Saya sebenarnya sudah memperkirakannya karena Liga Champions benar-benar menguras energi,” ujarnya.

Meski menang dengan mencetak lima gol, Chivu tidak menutup mata terhadap persoalan di lini pertahanan. Inter telah kebobolan delapan gol dalam empat pertandingan awal Serie A musim ini.

“Kalau saya mengatakan tidak khawatir, berarti saya bukan seorang pelatih. Ini sepak bola modern, ada intensitas yang besar. Lawan berani menghadapi kami dan saya menyukai cara bermain seperti ini, meskipun itu berarti mengambil risiko,” kata Chivu.

Ia juga menekankan bahwa Inter masih memiliki sejumlah aspek yang harus diperbaiki.

“Saya menyukai gol untuk 2-2 yang diawali dengan merebut kembali bola dengan cepat. Kami tidak sempurna, kami tahu masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan ada area yang perlu kami tingkatkan,” tuturnya.

Kemenangan atas Udinese membuat Inter mencatatkan empat kemenangan dari empat pertandingan Serie A. Nerazzurri mengoleksi 12 poin dan berada di papan atas klasemen bersama AS Roma yang juga mengawali musim dengan catatan sempurna.

Hasil tersebut sekaligus memperlihatkan kemampuan Inter untuk bangkit dari situasi sulit. Sebelumnya, Inter juga sempat tertinggal dua gol ketika menghadapi Napoli dan akhirnya membalikkan keadaan untuk menang 3-2.

Bagi Chivu, kemampuan menjaga identitas permainan menjadi hal penting bagi timnya sepanjang musim.

“Sebagai pemain dan pelatih, saya belum pernah melihat tim sepak bola yang sempurna. Kami harus berusaha melakukan yang terbaik dan mempertahankan identitas kami, karena nilai-nilai dan prinsip kami, baik secara taktik maupun kemanusiaan,” katanya.

Inter selanjutnya akan menghadapi AS Roma pada akhir pekan dalam pertandingan yang mempertemukan dua tim dengan catatan sempurna di awal musim Serie A.

Ikuti Saritanews.com di Facebook dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Saritanews.com melalui Halaman Facebook dan Saluran WhatsApp resmi Saritanews.com.