Palangka Raya, Sarita News – Penurunan drastis kelembapan tanah dan kekeringan ekstrem pada area lahan gambut akibat fenomena iklim global El Niño 2026 dan musim kemarau panjang kini melanda wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).
Akibatnya, insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan aset lahan Universitas Palangka Raya (UPR), Kampus Yos Sudarso tidak terhindarkan.
Menanggapi kondisi ini juga, Tim Tanggap Darurat UPR langsung bergerak cepat melakukan aksi pemadaman di lapangan sejak deteksi awal kemunculan api.
Menghadapi hal ini, konsolidasi formal dilingkungan UPR diperkuat, guna memastikan manajemen penanganan, logistik, dan strategi pencegahan lanjutan berjalan optimal dan berkelanjutan.
Koordinator lapangan tim penanggulangan kebakaran lahan di lingkungan UPR, Dr. Ir Adi Jaya, M.Si., Ph.D menyampaikan, dalam operasi tanggap darurat ini, UPR mengerahkan tim gabungan terpadu.
Tim tersebut terdiri dari Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengelolaan Lahan Gambut, Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG), Peat Techno Park (PTP), Tim Urusan Barang Milik Negara dan Rumah Tangga (BMN-RT), hingga Relawan tanggap bencana dari unsur Civitas Akademika UPR.
“Melalui kerja keras dan penanganan cepat tim terpadu di lapangan, titik api yang sempat mendekati kawasan strategis di sekitar Gedung Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG), serta Gedung Merah Putih telah berhasil dikendalikan dan dipadamkan,” katanya, Kamis (27/8/2026).
Ia menerangakan, meskipun api permukaan telah padam, tim tanggap darurat tetap bersiaga dan melakukan pemantauan serta pembasahan berkala (cooling down) secara intensif 24 jam.
Terlebih juga, mengingat karakteristik lahan gambut yang kering menyimpan potensi kebakaran bawah tanah (smoldering) yang dapat memicu titik api baru sewaktu-waktu akibat embusan angin kencang dan suhu tinggi.
UPR Tetapkan Penyesuaian Operasional Kampus
Sebelumnya, guna melindungi kesehatan Civitas Akademika dari dampak paparan kabut asap dan memperhatikan data kualitas udara BMKG, Rektor UPR Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU., ASEAN Eng. telah menetapkan penyesuaian operasional kampus.
“Perkuliahan tatap muka telah dimulai paling awal pukul 08.00 WIB untuk semua jenjang (Diploma, Sarjana, Profesi, Spesialis, Magister, dan Doktor) dengan durasi perkuliahan yang diperpendek serta penyesuaian pada kegiatan praktikum dan laboratorium,” jelasnya.
Peniadaan kuliah tatap muka di Gedung Merah Putih A dan B tersebut terhitung mulai tanggal 19 sampai dengan 28 Agustus 2026.
Lalu, seluruh aktivitas tatap muka di Gedung Kuliah Terpadu Merah Putih A dan B ditiadakan dan dialihkan ke metode daring (online) atau dipindahkan ke ruang kuliah fakultas yang aman.
“Untuk kegiatan akademik, kemahasiswaan, dan organisasi mahasiswa di luar ruangan dibatasi seminimal mungkin atau dijadwalkan ulang. Dan seluruh sivitas akademika diwajibkan mengenakan masker selama berada di area kampus,” ungkapnya.
Lalu, UPR siap menerapkan perkuliahan daring secara menyeluruh apabila parameter kualitas udara memburuk.
Pihaknya juga menyampaikan rasa hormat, apresiasi setinggi-tingginya, dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh personel tim tanggap darurat.
Khususnya, para dosen, tenaga kependidikan, relawan mahasiswa, petugas keamanan kampus, pihak TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, jajaran bank mitra UPR atas kepedulian, kemitraan, dan dukungannya.
“Ucapan terima kasih juga untuk seluruh elemen masyarakat yang telah bahu-membahu dan berdedikasi tanpa kenal lelah dalam mendukung operasional, memadamkan api, dan mengamankan kawasan kampus dari ancaman kebakaran,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut koordinasi pimpinan, UPR mengimplementasikan protokol kesiapsiagaan kampus dengan melakukan Patroli Rutin dan Pemantauan Titik Panas, serta meningkatkan pemantauan berkala di seluruh hamparan lahan milik UPR, khususnya zona gambut yang rentan.
“Kami juga menyiapkan suplai air, tandon penampungan, serta pompa jinjing pemadam di titik-titik krusial lingkar kampus,” tuturnya.
Kemudian juga, memperkuat komunikasi komando lintas unit UPR dan membuka jalur sinergi dengan instansi pemadam/BPBD setempat untuk antisipasi eskalasi cuaca kering ekstrem.
“Melalui sinergi terpadu, dedikasi tim lapangan, dan kesadaran bersama, UPR terus berkomitmen menjaga lingkungan kampus tetap aman, kondusif, dan terlindungi dari ancaman bencana karhutla,” tutupnya.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Saritanews.com melalui Halaman Facebook dan Saluran WhatsApp resmi Saritanews.com.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan