Palangka Raya, Sarita News – Menjelang tahapan akhir pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari delapan fakultas berkomitmen mengawal aspirasi mahasiswa agar menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan universitas.
Hal tersebut dinilai sebagai salah satu langkah yang disiapkan adalah mengusulkan forum dialog terbuka antara mahasiswa dan seluruh calon rektor, khususnya untuk memastikan suara mahasiswa turut menjadi pertimbangan dalam arah pembangunan kampus lima tahun ke depan.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR, Yosafat Menteng, saat kegiatan Sosialisasi Visi dan Misi Calon Rektor UPR yang berlangsung di Fakultas FISIP UPR, Selasa (30/6/2026).
Menurut Yosafat, para pimpinan BEM dari delapan fakultas telah melakukan konsolidasi guna menghimpun berbagai persoalan, kebutuhan, serta aspirasi mahasiswa di masing-masing fakultas. Seluruh masukan tersebut kemudian dirumuskan menjadi sebuah kajian yang akan disampaikan kepada para calon rektor.
“Kami dari pimpinan BEM fakultas telah melakukan konsolidasi dan menyusun kajian komprehensif berdasarkan aspirasi mahasiswa. Hasil kajian ini akan kami perjuangkan agar menjadi perhatian serius dalam kebijakan universitas ke depan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, BEM se-UPR berencana mengirimkan surat resmi kepada panitia pemilihan rektor untuk mengusulkan penyelenggaraan forum dialog terbuka yang menghadirkan seluruh calon rektor bersama mahasiswa.
Forum tersebut diharapkan menjadi ruang diskusi yang membahas berbagai isu strategis di lingkungan kampus, sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan langsung hasil kajian yang telah disusun.
Tak hanya itu, BEM juga mengusulkan agar hasil dialog dituangkan dalam sebuah nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani seluruh calon rektor. Dokumen tersebut diharapkan menjadi bentuk komitmen terhadap berbagai aspirasi mahasiswa apabila nantinya terpilih memimpin Universitas Palangka Raya.
“Dalam waktu dekat kami akan mengirimkan surat kepada panitia penyelenggara agar difasilitasi forum dialog terbuka bersama seluruh calon rektor. Pada forum itu kami akan menyerahkan hasil kajian sekaligus mengusulkan penandatanganan nota kesepahaman sebagai komitmen bersama untuk membangun Universitas Palangka Raya,” kata Yosafat.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam proses tersebut penting agar kebijakan yang dihasilkan nantinya lebih responsif terhadap kebutuhan sivitas akademika serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan di UPR.
Melalui inisiatif tersebut, BEM delapan fakultas berharap pemilihan rektor tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat partisipasi mahasiswa dalam menentukan arah pembangunan Universitas Palangka Raya yang lebih demokratis, akuntabel, dan berorientasi pada kemajuan institusi.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Saritanews.com melalui Halaman Facebook dan Saluran WhatsApp resmi Saritanews.com.

Tinggalkan Balasan