Palangka Raya, Sarita News – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran turun ke jalan untuk turut serta membagikan masker ke masyarakat pengguna jalan yang melintas di sekitaran Bundaran Besar, Kota Palangka Raya, Minggu (13/9/2026).
Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng diketahui membagikan total 750 ribu masker KN95 yang tersebar di seluruh provinsi setempat.
Pembagian masker tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi sekitar hampir 3 bulan terakhir.
Selain itu, Pemprov Kalteng turut juga memperluas suplai air bersih bagi warga serta memberikan vitamin, kacang hijau, dan telur kepada relawan karhutla.
Penanganan karhutla ditegaskan Agustiar tidak hanya berfokus pada pemadaman api, namun juga perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, serta pemenuhan kebutuhan warga di daerah terdampak juga harus berjalan bersamaan.
Dalam pembagian masker kepada pengguna jalan di kawasan Bundaran Besar kali ini, Pemprov Kalteng melibatkan ratusan wartawan dari berbagai media.
“Karhutla harus kita hadapi bersama. Pemerintah terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan di lapangan, tetapi dukungan seluruh elemen masyarakat sangat penting,” terangnya.
“Hari ini kita bersama-sama memberikan perlindungan kepada masyarakat, salah satunya melalui pembagian masker,” imbuhnya.
Agustiar menyebutlan, dalam proses pembangunan sumur bor telah mencapai ratusan unit dan akan dilanjutkan sesuai kondisi di lapangan dan untuk pengisian ulang air mineral dan galon juga dilakukan di sejumlah titik.
Menurut Agustiar, penyaluran air bersih menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama penanganan dampak karhutla.
“Pembagian masker dan air bersih mulai kita tingkatkan. Air bersih kita sebar dan perluas ke berbagai desa dan daerah yang membutuhkan akses air,” jelasnya.
Untuk mendukung relawan yang bertugas menangani karhutla, Pemprov Kalteng turut memberikan suplai nutrisi berupa vitamin, kacang hijau, dan telur untuk mendukung kebutuhan selama bekerja di lapangan.
Agustiar menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, aparat, relawan, insan pers, dan masyarakat dalam menangani karhutla sekaligus mengurangi dampaknya terhadap warga.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Saritanews.com melalui Halaman Facebook dan Saluran WhatsApp resmi Saritanews.com.

Tinggalkan Balasan