Palangka Raya, Sarita News – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Palangka Raya (FMIPA UPR) menginisiasi program Kampung KEREN–Pahandut Smart Ecovillage.
Program tersebut sebagai upaya menghadirkan solusi berbasis sains terhadap berbagai persoalan permukiman rawa perkotaan di RW 007, Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya.
Dikembangkan sebagai model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan penelitian, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kesejahteraan warga.
RW 007 Kelurahan Pahandut dihuni sekitar 1.000 jiwa atau 384 kepala keluarga. Kawasan padat penduduk ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengelolaan sampah rumah tangga, keterbatasan ruang terbuka hijau, persoalan sanitasi, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, tim dosen dan mahasiswa FMIPA UPR melakukan survei lapangan, dialog bersama warga, serta pemetaan potensi dan permasalahan selama Mei hingga Juni 2026.
Hasil kajian tersebut kemudian melahirkan konsep Kampung KEREN–Pahandut Smart Ecovillage.
Program ini dirancang sebagai Living Laboratory lahan basah perkotaan berbasis sains terapan.
Melalui konsep tersebut, hasil penelitian dan inovasi perguruan tinggi tidak hanya dikembangkan di laboratorium, tetapi juga diimplementasikan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Mengusung tema Transforming 1,000 Lives Through Community-Based Smart Ecovillage dengan tagline Dari Sampah Menuju Kehidupan Cerdas dan Berkelanjutan, program ini menjadi implementasi Kampung KEREN, yakni kampung yang Kolaboratif, Ekonomi Maju, Religius, Energik, dan Nyaman.
Dekan FMIPA UPR, Prof. Dr. Agus Haryono, M.Si., mengatakan program tersebut merupakan bentuk pengabdian perguruan tinggi yang dirancang secara berkelanjutan.
“Pahandut Smart Ecovillage bukan sekadar kegiatan sesaat. Kami ingin membangun ruang kolaborasi yang mempertemukan penelitian dosen, kreativitas mahasiswa, kebutuhan masyarakat, dukungan pemerintah, dunia usaha, dan media dalam satu kawasan sehingga menghasilkan perubahan yang nyata dan terukur,” katanya, Senin (13/7/2026).
Memasuki Juli 2026, implementasi program mulai dijalankan melalui tujuh pilar utama, yakni Smart Waste, Smart Health, Smart Safety, Smart Green, Smart Economy, Smart Community, serta Smart Culture and Religious.
Melalui tujuh pilar tersebut, masyarakat akan memperoleh berbagai program pemberdayaan, di antaranya penguatan pengelolaan sampah berbasis RT dan bank sampah, edukasi kesehatan serta penggunaan obat yang benar, dan pengembangan tanaman obat keluarga dan urban farming.
Lalu penerapan teknologi filtrasi air, pemasangan penerangan jalan berbasis energi surya, digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga penyusunan sistem data sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Pada tahun pertama, FMIPA UPR menerjunkan lima penelitian terapan dosen, lima program pengabdian kepada masyarakat, serta melibatkan organisasi kemahasiswaan, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan berbagai himpunan mahasiswa.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FMIPA UPR sekaligus Koordinator Dosen Pahandut Smart Ecovillage, Made Dirgantara, S.Si., M.Si., menilai program tersebut menjadi ruang belajar yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa.
“Mahasiswa belajar memahami persoalan masyarakat secara langsung, bekerja lintas disiplin, dan bersama warga merancang solusi yang dapat terus berjalan. Inilah esensi pendidikan tinggi yang berdampak,” katanya.
Program ini juga mengedepankan pendekatan pentahelix dengan melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan industri, serta media.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan perubahan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dan kelembagaan lokal.
Rangkaian penelitian, pengabdian, edukasi, dan pendampingan masyarakat dijadwalkan berlangsung pada 2 Juli hingga 5 Agustus 2026.
Seluruh kegiatan akan bermuara pada Festival Kampung KEREN yang digelar pada 6 Agustus 2026.
Festival tersebut merupakan bagian dari Program Kampung KEREN, salah satu program unggulan Pemerintah Kota Palangka Raya yang bertujuan mewujudkan kawasan permukiman yang bersih, tertata, aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan masyarakat.
FMIPA UPR menargetkan Pahandut Smart Ecovillage menjadi model percontohan kawasan cerdas berbasis lahan basah perkotaan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, hingga tingkat nasional.
Melalui program ini, FMIPA UPR menegaskan komitmennya agar ilmu pengetahuan tidak hanya berkembang di ruang kuliah dan laboratorium, tetapi juga hadir di tengah masyarakat sebagai solusi atas berbagai persoalan nyata sekaligus menjadi penggerak pembangunan yang berkelanjutan.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Saritanews.com melalui Halaman Facebook dan Saluran WhatsApp resmi Saritanews.com.

Tinggalkan Balasan