Palangka Raya, Sarita News – Musyawarah Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia Kerakyatan atau BEM-SI Kerakyatan yang diselenggarakan di Jambi beberapa waktu lalu menjadi momentum penting bagi konsolidasi gerakan mahasiswa, khususnya di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Dalam forum tersebut, perwakilan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Al Ma’arif Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Sugi memperoleh kepercayaan dari delegasi BEM-SI Kerakyatan Kalteng untuk mengemban amanah sebagai Koordinator Wilayah BEM SI Kalteng.
Kepercayaan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama yang mencerminkan semangat persatuan dan komitmen kolektif dalam memperkuat koordinasi antar-BEM di Kalteng.
Amanah ini diharapkan mampu menjadi langkah awal untuk membangun gerakan mahasiswa yang lebih solid, adaptif, dan responsif terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam keterangannya kepada media, Sugi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh kawan-kawan BEM SI Kalteng.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya. Amanah ini bukan milik pribadi, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh BEM di Kalteng,” kata Sugi, Sabtu (8/8/2026).
Ia mengajak seluruh teman sepergerakannya untuk terus menjaga persatuan, memperkuat komunikasi, dan membangun sinergi dalam mengawal setiap isu strategis daerah demi kepentingan masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai kekuatan moral, agen perubahan, dan mitra kritis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Oleh karena itu, BEM-SI Kerakyatan Wilayah Kalteng harus mampu menjadi ruang konsolidasi yang mempertemukan gagasan, memperkuat kajian ilmiah, dan menghadirkan langkah-langkah strategis yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Berbagai persoalan di Kalteng membutuhkan perhatian bersama, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, perlindungan lingkungan hidup, kesejahteraan masyarakat, hingga pelayanan publik yang berkualitas,” tegasnya.
Menurutnya, seluruh isu tersebut harus dikawal secara objektif, berdasarkan data, serta mengedepankan solusi yang konstruktif.
Lebih lanjut, ia berkomitmen membangun komunikasi yang terbuka dengan seluruh BEM anggota di Kalteng tanpa membedakan latar belakang perguruan tinggi.
Selain itu, ia meyakini bahwa persatuan merupakan modal utama untuk memperkuat posisi mahasiswa sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.
“Saya ingin BEM SI Wilayah Kalteng menjadi rumah bersama bagi seluruh mahasiswa. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan menjadi kekuatan dalam melahirkan gagasan dan gerakan yang berdampak bagi masyarakat,” tuturnya.
Dirinya mengajak agar seluruh elemen dapat bergerak bersama, menjaga independensi gerakan mahasiswa, serta mengedepankan nilai intelektualitas, integritas, dan kebermanfaatan.
Ke depan, BEM-SI Kerakyatan Wilayah Kalteng diharapkan semakin aktif membangun kolaborasi antarkampus melalui forum diskusi, kajian kebijakan, advokasi, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kapasitas kepemimpinan mahasiswa.
Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan gerakan mahasiswa yang progresif, inklusif, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Kalteng maupun Indonesia.
Dengan amanah yang telah diberikan dalam Musyawarah Nasional BEM SI di Jambi, DEMA STAI Ma’arif Buntok menyatakan kesiapannya untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Lalu, mengajak seluruh keluarga besar BEM SI-Kalteng untuk bersama-sama menjaga semangat persatuan, mengawal aspirasi masyarakat, dan menghadirkan gerakan mahasiswa yang berintegritas serta berorientas pada kepentingan rakyat.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Saritanews.com melalui Halaman Facebook dan Saluran WhatsApp resmi Saritanews.com.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan