Jakarta, Sarita News – Manchester United harus menelan kekalahan 0-1 dari Manchester City dalam Derby Manchester ke-199 yang berlangsung di Old Trafford, Minggu (13/9/2026) malam waktu setempat atau Senin (14/9/2026) dini hari WIB.
Kekalahan tersebut terasa semakin mengecewakan bagi Manchester United karena mereka sebenarnya memiliki keunggulan jumlah pemain setelah gelandang Manchester City, Phil Foden, mendapat kartu merah pada pertandingan tersebut.
Namun, keunggulan jumlah pemain gagal dimanfaatkan Manchester United untuk mencetak gol. Justru Manchester City mampu mencetak gol kemenangan melalui Erling Haaland pada menit ke-60.
Gol tersebut kemudian menjadi kontroversi karena sebelumnya Haaland sempat dinyatakan berada dalam posisi offside. Setelah dilakukan pemeriksaan VAR, keputusan tersebut diubah dan gol dinyatakan sah.
Kontroversi semakin mencuat setelah badan wasit Pro Ref mengakui adanya kesalahan dalam proses pengambilan keputusan VAR. Menurut Pro Ref, VAR tidak mempertimbangkan pengaruh posisi Enzo Fernández yang berada dalam posisi offside dan berupaya memainkan bola.
Pro Ref menyatakan bahwa keputusan tersebut seharusnya mendapatkan peninjauan langsung oleh wasit di lapangan. Badan tersebut juga mengakui telah menyampaikan persoalan itu kepada Manchester United dan akan melakukan evaluasi terhadap kejadian tersebut.
Manajer Manchester United, Michael Carrick, turut mempertanyakan keputusan tersebut. Ia mengaku sulit memahami alasan VAR mengesahkan gol Haaland.
“Yang membuat saya khawatir adalah interpretasi terhadap sepak bola sekarang. Kami memiliki orang-orang di ruangan dengan semua layar untuk membuat keputusan ini. Saya benar-benar bingung,” kata Carrick dalam keterangannya seusai pertandingan, sebagaimana dikutip media yang meliput pertandingan tersebut.
Carrick menilai keputusan tersebut semakin sulit diterima karena perangkat dan personel VAR seharusnya dapat membantu wasit mengambil keputusan secara lebih tepat.
“Jika itu sekarang merupakan interpretasi tentang tidak mengganggu permainan, maka itu benar-benar mengkhawatirkan bagi saya. Penjelasannya sungguh mengejutkan,” ujarnya.
Di sisi lain, kekalahan tersebut tidak semata-mata disebabkan kontroversi VAR. Manchester United juga gagal memanfaatkan situasi ketika Manchester City harus bermain dengan 10 pemain.
Manchester City kehilangan Foden setelah ia diganjar kartu merah dalam pertandingan tersebut. Meski demikian, City mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir dan membawa pulang tiga poin dari Old Trafford.
Hasil tersebut membuat Manchester City mempertahankan catatan sempurna pada awal musim Premier League 2026/2027. City telah mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan, sementara Manchester United baru mengumpulkan empat poin dan berada di papan bawah klasemen.
Bagi Manchester United, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Carrick. Selain harus mengevaluasi kegagalan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, United juga perlu memperbaiki efektivitas serangan setelah tidak mampu mencetak gol dalam laga derby tersebut.
Sementara bagi Manchester City, kemenangan atas rival sekota tersebut menjadi hasil penting untuk menjaga posisi mereka di papan atas sekaligus memperpanjang start sempurna di Premier League musim ini.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Saritanews.com melalui Halaman Facebook dan Saluran WhatsApp resmi Saritanews.com.

Tinggalkan Balasan