Palangka Raya, Sarita News – Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kini mengancam dunia pendidikan, dimulai dari sekolah usia dini hingga perguruan tinggi di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).
Salah satu wilayah kampus Universitas Palangka Raya (UPR) menjadi salah satu yang terdampak langsung karhutla, sehingga pihak rektorat segera mengambil langkah adaktif dan tetap memperhatikan kesehatan mahasiswa hingga dosen.
Menurut Wakil Rektor IV UPR, Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi UPR, Dr. Jhon Retei Alfri Sandi, proses perkuliahan semester ganjil yang akan dimulai pada pekan ini tetap berjalan.
Kebijakan ini diambil, sebab hingga saat ini belum adanya penetapan status darurat dari otoritas terkait.
Hingga saat ini, pihak universitas belum mengeluarkan maupun menerima edaran resmi mengenai darurat kabut asap yang mengharuskan kegiatan kampus diliburkan secara total.
“Perkuliahan tetap dilaksanakan seperti biasa,” katanya saat dikonfirmasi awak media, Jumat (21/8/2026).
Sebagai langkah antisipatif, ia meneranhkan, UPR telah memberikan ruang penyesuaian metode belajar bagi sivitas akademika agar proses transfer ilmu tetap berjalan aman.
“Sebagai bentuk penyesuaian, ada beberapa mata kuliah yang saat ini dialihkan menggunakan sistem hybrid atau daring melalui Zoom,” tukasnyan.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Saritanews.com melalui Halaman Facebook dan Saluran WhatsApp resmi Saritanews.com.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan