Palangka Raya, Sarita News – Proses pergantian pimpinan tertinggi di Kampus Universitas Palangka Raya (UPR) hingga saat ini masih berlangsung dan menyisakan tiga (3) nama calon rektor.

Rektor UPR, Prof. Salampak dalam keterangannya menyampaikan bahwa sosok yang menggantikan nantinya harus lebih baik dari dirinya.

“Pengganti saya (sebagai rektor UPR) harus lebih baik dari saya,” kata Prof. Salampak kepada awak media, Senin (10/8/2026).

Ia menerangkan, terdapat cukup banyak tantangan perguruan tinggi di masa yang akan datang, sehingga membutuhkan sosok yang penuh tanggungjawab akademis yang kuat.

“Kita diamankah Indikator Kinerja Utama, jadi saya berharap siapapun nanti yang menjadi rektor punya wibawa akademik dan kemampuan managerial,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa sosok rektor selanjutnya dapat memberikan dampak bagi perkembangan yang baik hingga forum-forum nasional.

“Di forum nasional pun kita harus bisa bersaing. Sekarang ini saya juga ditunjuk sebagai Ketua Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Barat, yang tergabung beberapa universitas ternama, sehingga kita bisa punya kesempatan yang sama dengan perguruan tinggi lain, walau universitas kita ada di daerah,” ungkapnya.

Untuk diketahui bahwa dalam proses pemilihan Rektor UPR Periode jabatan 2026-2030 menyisakan nama Dr. Thea Farina, dengan meraih 16 suara teratas, kemudian Prof. Bhayu Rhama dengan Meraih 11 suara, lali Prof. Dr. Liswara Neneng dengan raihan 11 suara, dalam tahap pertama.

Lalu, tahapan selanjutnya yakni Fit and Proper Test, berkas ketiga calon diproses di kementerian untuk jadwal wawancara dan uji kompetensi. Sedangkan pemilihan akhir rektor definitif dijadwalkan berlangsung sebelum masa jabatan rektor saat ini berakhir pada 7 September 2026.

Ikuti Saritanews.com di Facebook dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Saritanews.com melalui Halaman Facebook dan Saluran WhatsApp resmi Saritanews.com.