Palangka Raya,  Sarita News – Kehidupan rukun berdampingan dengan adanya beragam suku, agama, dan budaya yang dibangun masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi bagian yang harus diperhatikan mahasiswa baru asal luar daerah.

Hal tersebut disampaikan Retor Universitas Palangka Raya (UPR), Prof Salampak saat pembukaan pelaksaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026.

“Bagi teman-teman mahasiswa yang berasal dari luar Kalteng, sudah jelas kalau dia masuk di daerah baru dan cultur shock pasti ada, namun yang pasti harapan kita di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” kata Prof Salampak, Senin (10/8/2026).

Ia mengingatkan, selayaknya masyarakat Indonesia pada umumnya bahwa toleransi menjadi tiang utama dalam hidup bermasyarakat.

“Bagi saya masyarakat kita tidak ada masalah, karena pada dasarnya Kalteng sangat-sangat nyaman,” tuturnya.

Orang nomor satu di perguruan tinggi terbesar di Bumi Tambun Bungai ini menegaskan bahwa hal tersebut perlu untuk diingarkan, mengingat juga ada peningkatan mahasiswa baru yang diterima di kampus UPR pada tahu 2026.

Untuk diketahui juga bahwa, mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB Tahun 2026 di Kampus UPR berjumlah 3.542 orang dan berasal dari 28 provinsi di seluruh Indonesia.

Mahasiswa baru UPR berasal dari 136 daerah dan Kalteng menjadi daerah asal peserta terbanyak dengan 3.047 mahasiswa, disusul Sumatera Utara sebanyak 254 mahasiswa, sedangkan 59 peserta belum mengisi daerah asal.

Ikuti Saritanews.com di Facebook dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Saritanews.com melalui Halaman Facebook dan Saluran WhatsApp resmi Saritanews.com.