Palangka Raya, Sarita News– Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Hj. Siti Nafsiah, mengingatkan adanya ancaman penurunan daya beli masyarakat akibat kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok yang tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan warga.
Menurutnya, kekhawatiran terhadap merosotnya daya beli masyarakat bukan sekadar prediksi, melainkan kondisi nyata yang saat ini dirasakan masyarakat di lapangan.
“Kekhawatiran soal daya beli ini sangat ada dan ini riil terjadi di tengah masyarakat kita saat ini,” kata Siti Nafsiah kepada awak media, Sabtu (20/6/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh ketidakseimbangan antara kenaikan harga barang dan pendapatan masyarakat yang cenderung stagnan atau hanya meningkat dalam jumlah yang sangat kecil.
Akibatnya, kata dia, jumlah uang yang sama saat ini hanya mampu membeli barang yang lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.
“Pendapatan masyarakat mayoritas tetap atau naik sangat lambat, sementara harga-harga kebutuhan di pasar sudah meningkat jauh. Kondisi ini tentu berdampak langsung terhadap kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Politisi Partai Golkar itu mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Menurutnya, diperlukan langkah intervensi dan kebijakan yang tepat guna menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.
Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa penanganan yang memadai, Siti Nafsiah menilai masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah akan semakin kesulitan memenuhi kebutuhan dasarnya.
“Kalau ini berlanjut terus, masyarakat menengah ke bawah akan makin sulit memenuhi kebutuhan dasarnya. Tingkat kesejahteraan mereka akan menurun, dan imbasnya perputaran ekonomi di desa-desa juga akan semakin melambat,” tutupnya.
Simak Berita Sarita News Melalui Google Berita

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan