Palangka Raya, Sarita News – Gerakan Pemuda Untuk Rakyat (GAPURA) menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi nasional yang dinilai tengah menghadapi berbagai tantangan di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, hingga demokrasi.
Melalui pernyataan sikap yang disampaikan pada Rabu (17/6/2026), GAPURA menilai sejumlah persoalan yang berkembang saat ini memerlukan perhatian serius serta langkah strategis dari pemerintah untuk menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Ketua GAPURA, Aris, mengatakan melemahnya daya beli masyarakat, ketidakstabilan nilai tukar rupiah, meningkatnya biaya hidup, hingga berbagai polemik kebijakan publik menjadi indikator perlunya evaluasi dan perbaikan kebijakan pemerintah.
Selain itu, menurutnya, isu supremasi sipil, ruang demokrasi, akses pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat juga perlu mendapat perhatian lebih.
“Kondisi bangsa saat ini memerlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan. Berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa, melainkan harus dijawab dengan kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” ujar Aris.
Ia menegaskan, pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kepentingan masyarakat dan mendorong pemerintah agar lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.
“Pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kepentingan rakyat. Kami berharap pemerintah mendengar dan merespons berbagai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat dengan langkah yang nyata dan terukur,” katanya.
Dalam pernyataannya, GAPURA menyampaikan enam tuntutan kepada pemerintah, yakni menghentikan sementara dan mengevaluasi secara menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih, menolak militerisme dan mendorong penegakan supremasi sipil, serta meminta pemerintah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Selain itu, organisasi tersebut juga meminta pemerintah menjamin akses pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau, meninjau kembali kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), serta mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan layanan kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, stabilitas harga kebutuhan pokok, dan perlindungan sosial.
GAPURA menilai suara masyarakat merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi. Karena itu, pemerintah didorong untuk membuka ruang dialog yang sehat dan mendengarkan berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Organisasi tersebut juga mengajak pemuda, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan kelompok masyarakat sipil untuk terus mengawal jalannya pemerintahan secara kritis, konstruktif, dan konstitusional demi terwujudnya Indonesia yang adil, demokratis, dan sejahtera.
Simak Berita Sarita News Melalui Google Berita

Tinggalkan Balasan