Jakarta, Sarita News – Juventus harus puas membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Cagliari dalam lanjutan Serie A Italia di Unipol Domus, Minggu (11/10/2026) malam waktu setempat.

Hasil ini menjadi catatan bagi Juventus yang gagal memaksimalkan tekanan dan penguasaan permainan menjadi kemenangan.

Sempat tertinggal lebih dahulu, tim berjuluk Bianconeri itu baru mampu menyamakan kedudukan sembilan menit sebelum waktu normal berakhir.

Cagliari membuka keunggulan pada menit ke-20 melalui Daniel Maldini. Gol tersebut lahir dari rangkaian serangan yang melibatkan Adam Obert dan Paul Mendy sebelum Maldini menuntaskan peluang untuk membawa tuan rumah unggul 1-0.

Juventus berupaya merespons ketertinggalan tersebut dengan meningkatkan intensitas serangan. Sejumlah peluang tercipta, tetapi pertahanan Cagliari mampu menjaga keunggulan hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Juventus semakin agresif dalam memburu gol penyeimbang. Pelatih Luciano Spalletti melakukan pergantian pemain untuk menambah daya gedor, termasuk memasukkan Edon Zhegrova dan Kerim Alajbegovic.

Perubahan tersebut membantu Juventus meningkatkan tekanan terhadap pertahanan tuan rumah. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-81 ketika umpan Alajbegovic dari sisi kiri disambut Randal Kolo Muani yang berhasil menyarangkan bola ke gawang Cagliari.

Laporan pertandingan yang diterbitkan AS menyoroti bagaimana Juventus tampil lebih aktif dalam menyerang, tetapi kesulitan mengonversi peluang menjadi gol.

Di sisi lain, Cagliari mampu memanfaatkan kesempatan yang dimiliki dan mempertahankan keunggulan selama sebagian besar pertandingan sebelum akhirnya kebobolan.

Presiden Cagliari, Tommaso Giulini, sebelum pertandingan menyatakan bahwa timnya ingin menghadapi Juventus dengan mengandalkan kekuatan sendiri dan berusaha bertahan dalam persaingan hingga akhir laga.

“Kami ingin menghadapi mereka dengan memainkan kekuatan kami,” ujar Giulini dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui situs resmi Cagliari Calcio sebelum pertandingan.

Pernyataan tersebut menjadi konteks bagi pendekatan Cagliari yang berusaha memberikan perlawanan kepada Juventus.

Meski tidak berhasil mempertahankan keunggulan hingga akhir, tuan rumah tetap memperoleh satu poin dari pertandingan tersebut.

Skor 1-1 bertahan hingga peluit akhir. Juventus terhindar dari kekalahan, tetapi gagal membawa pulang kemenangan yang diburu, sedangkan Cagliari harus menerima kenyataan kehilangan peluang meraih tiga poin di hadapan pendukung sendiri.

Hasil ini sekaligus memperlihatkan bahwa dominasi serangan tidak selalu menjamin kemenangan. Juventus masih perlu meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir apabila ingin mengubah tekanan dan peluang menjadi hasil maksimal dalam pertandingan berikutnya.

Ikuti Saritanews.com di Facebook dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Saritanews.com melalui Halaman Facebook dan Saluran WhatsApp resmi Saritanews.com.