Palangka Raya, Sarita News – Aset fisik milik kampus Universitas Palangka Raya (UPR) turut terancam terdampak akibat terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di lingkungan kampus tersebut.
Kobaran api yang memiliki karakteristik menjalar dan membakar semak hingga pohon-pohon membuat pihak kampus melakukan penanganan secara mandiri.
Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi UPR, Dr. Jhon Retei Alfri Sandi, membenarkan adanya titik-titik api (hotspot) di kawasan kampus utama.
Ia mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan strategi utama dalam mengamankan aset bangunan dan aset-aset fisik yang terancam terbakar.
“Kita berupaya melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan armada tangki air dan mesin pompa air di bawah kendali Unit Penunjang Akademik (UPA) dan BMN,” katanya, Jumat (21/8/2026).
Ia menerangkan, titik api sempat terdeteksi mendekati beberapa fasilitas kampus, di antaranya Gedung Merah Putih, dan Gedung Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG).
Karena luasan api yang cukup besar dan karakteristik lahan bergambut, pihaknya telah berkoordinasi untuk meminta bantuan pemadaman dari Pemerintah Daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Meski demikian, ia memastikan bahwa intensitas kebakaran saat ini mulai menurun dan dapat dikendalikan, sehingga kampus memiliki luas keseluruhan sekitar 200 hektare tersebut dirasa cukup aman.
“Sampai hari ini, spot-spot api sudah mulai berkurang dan terkendali. Namun, karena kondisi kemarau dan lahan gambut, api sewaktu-waktu bisa muncul kembali. Kami mengimbau seluruh civitas akademika untuk tetap waspada,” tukasnya.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Saritanews.com melalui Halaman Facebook dan Saluran WhatsApp resmi Saritanews.com.

Tinggalkan Balasan