Palangka Raya, Sarita News – Kota Palangka Raya menjadi salah satu titik penting pelaksanaan Seminar Natal Nasional 2025 yang digelar serentak di sembilan kota di Indonesia dan bertempat di Gedung Serbaguna Tjilik Riwut, Komplek Katedral Santa Maria.
Seminar tersebut mengusung tema nasional “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24) serta sub tema daerah “Falsafah Huma Betang dalam Membangun dan Membina Keluarga Mandiri di Kalimantan Tengah.”
Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Dr. Muhammad Qodari, hadir sebagai salah satu pembicara. Usai mengisi seminar, Qodari menegaskan bahwa perayaan Natal di Palangka Raya selalu berlangsung meriah.
“Natal di Palangka Raya selalu meriah, pertama karena umat Kristiani di sini cukup banyak, yang kedua memang masyarakat di sini adalah masyarakat yang toleran, filosofinya Huma Betang. Jadi ini Natal yang dirayakan umat Kristiani tetapi semua masyarakat di Kalimantan Tengah (Kalteng) turut merasakan kegembiraannya,” ujar Qodari, didampingi Perwakilan Panitia Nasional, Dr. Suwarsono, S.PAK, MM, dan Penanggungjawab Panitia Lokal, RD Danang Widhi Anggoro.
Sebelumnya, dalam paparannya, Qodari menjelaskan visi dan program-program Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya kedaulatan negara. Program tersebut mencakup kedaulatan energi, pangan, pertahanan, peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan keadilan sosial, serta cita-cita menjadikan Indonesia sebagai bangsa maju pada tahun 2045.
“Hal ini akan dapat terwujud melalui pengembangan Sumber Daya Manusia, dan itu semua dimulai dari keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Perwakilan Panitia Natal Nasional 2025, Dr. Suwarsono, menuturkan bahwa Palangka Raya dipilih sebagai salah satu dari sembilan daerah pelaksana seminar nasional karena kerukunan antarumat beragama yang sangat kondusif.
“Palangka Raya termasuk salah satu daerah dengan umat yang ramah, baik Islam, Kristen, Hindu, Budha, maupun Katolik. Kerukunan antar umat beragama di Palangka Raya sangat kondusif sehingga kota ini layak menjadi tuan rumah seminar nasional,” jelas Suwarsono.
Seminar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, dan filosofi Huma Betang sebagai landasan membangun keluarga mandiri di Kalteng.
Saat membuka kegiatan Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, yang diwakili Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalteng, Yulindra Dedy, serta dihadiri Perwakilan Panitia Nasional, Dr. Suwarsono, Kakanwil Kemenag Provinsi Kalteng, H. Muhammad Yusi Abdhian, Uskup Keuskupan Palangka Raya yang di wakili oleh Vikaris Jendral Keuskupan Palangka Raya, RD Silvanus Subandi, Penanggungjawab kegiatan, RD Danang Widhi Anggoro, Ketua Panitia Lokal, Bama Adiyanto, Forkopimda Kalteng, Forkopimda Kota Palangka Raya, para Romo, Suster, Bruder, dan 350 peserta seminar.
Sementara itu seminar ini akan diisi oleh para pembicara nasional dan pembicara lokal yakni Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., MA, Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Dr. Suwarsono, S.PAK, MM, Direktur Pendidikan Kristen, Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Sandra Mariyus Adip, SS, M.Pd, Pembimas Katolik Kemenag Provinsi Kalteng, dr. Linae Victoria Aden, M.M.Kes, Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Kalimantan Tengah, serta Rm. Dr. Fransiskus Janu Hamu, S.S., M.Sc.Ed, Rektor STIPAS Tahasak Danum Pambelum. Seluruh sesi dipandu oleh Prof. Dr. Stephanus, S.Hut., MP, yang memfasilitasi dialog mendalam mengenai ketahanan keluarga, pemulihan relasi, nilai solidaritas, serta integrasi ajaran iman dengan konteks sosial masyarakat Kalteng.
Simak Berita Sarita News Melalui Google Berita


Tinggalkan Balasan