Palangka Raya, Sarita News – Sebanyak 12 pemuda Dayak yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Pusat Kongres Rakyat Kalimantan Tengah (DPP KRKT) menyatakan dukungan terhadap Damai Alam Usop untuk maju sebagai calon Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kalimantan Tengah (Kalteng).

Ke-12 pemuda tersebut yakni Muhammad Soeparto, Ahmad Sapawi, Rendra Toepak, Panji, Muhamad Djufri, Yudhi Wirahadi Kesuma, Rian Frinandoe, Sendi, Atul, Rollie, Apri Wilianto, dan Yandri.

Perwakilan KRKT, Muhammad Soeparto, mengatakan dukungan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, Damai Alam Usop sebelumnya telah mendorong kader Dayak agar berani mengambil mandat dan tampil dalam kepemimpinan organisasi kepemudaan.

“Sekarang mandat itu mencari Bung Damai. Terlebih 30 September kemarin, Damai juga yang bilang kasih jalan buat kader Cipayung Plus maju Ketua KNPI Kalteng,” katanya, Sabtu (3/10/2026).

Ia menilai, Damai sebelumnya telah memberikan ruang kepada kader lainnya untuk maju. Karena itu, saat ini pihaknya menyatakan sikap dengan membuka ruang bagi Damai untuk maju sebagai Ketua DPD KNPI Kalteng.

“Kenapa harus Damai? Karena anak ini bukan baru muncul pas mau Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub). Dia itu putra daerah, lahir di Palangka Raya, besarnya di gerakan,” ujarnya.

Menurut Soeparto, rekam jejak Damai Alam Usop dalam organisasi kepemudaan telah dimulai sejak menjadi mahasiswa di Universitas Palangka Raya (UPR). Saat itu, Damai disebut turut menginisiasi pembentukan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM).

“Kemudian, di tahun 2017 dia membentuk FKPKT dari nol karena resah pemuda dikotak-kotaki, sampai 2020 dipercaya aklamasi pimpin organisasi pemuda nasional CGMDI,” jelasnya.

Ia juga menyebut Damai turut terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat dan daerah, termasuk upaya menjaga Batang Garing melalui yayasan pendidikan serta kerja sama yang disebut telah terjalin hingga Bandung.

“Sekarang dia Ketua Umum KRKT. Waktu Palangka Raya berasap, dia tidak hanya diam, dia buka data apa adanya,” katanya.

Lebih lanjut, Soeparto mengatakan Damai juga dinilai aktif menyuarakan persoalan terkait kepemudaan dan organisasi KNPI. Hal itu, menurutnya, terlihat ketika terdapat persoalan mengenai mekanisme dalam proses penunjukan Pelaksana Harian (Plh) KNPI yang dinilai belum memiliki kejelasan.

“Waktu aturan KNPI digunakan dengan mekanisme yang kurang jelas, khususnya dalam proses penunjukan Plh dan dinilai gantung tanpa pleno, Damai juga yang pertama berdiri hingga menanyakan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Damai juga pernah membawa persoalan yang berkaitan dengan kepentingan Kalteng hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta.

“Waktu suara Kalteng tidak didengar, dia yang bawa sampai ke MK di Jakarta. Bukan pencitraan, memang jalannya begitu. Dia paham Huma Betang itu rumah besar, bukan milik ketua. Isinya Handep Hapakat. Dia mengerti persoalan daerah,” tuturnya.

Atas berbagai pertimbangan tersebut, 12 pemuda Kalteng yang berasal dari DPP KRKT menyatakan sikap untuk mendorong Damai Alam Usop maju sebagai Ketua DPD KNPI Kalteng.

“Kami 12 orang Pemuda Dayak Kalteng yang berasal dari DPP KRKT sepakat dorong Damai Alam Usop jadi Ketua DPD KNPI Kalteng. Itah Handep, Itah Hapakat. Musdalub KNPI harus jalan, dan itu jalan tengahnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, hingga saat ini proses Musdalub KNPI Kalteng masih belum diketahui kebenarannya, sehingga Tim Redaksi Sarita News memberikan ruang untuk DPD KNPI Kalteng untuk memberikan penjelasan.

Ikuti Saritanews.com di Facebook dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Saritanews.com melalui Halaman Facebook dan Saluran WhatsApp resmi Saritanews.com.