Palangka Raya, Sarita News – Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah (Kadishut Kalteng), Agustas Saining membeberkan Pemerintah Pusat terus melakukan evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal itu disampaikannya pasca pulangnya Kepala Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto dan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dari Kalteng beberapa waktu lalu.

“Memang sudah program pemerintah pusat bahwa mereka terus mengevaluasi wilayah yang rawan dan yang telah terjadi karhutla, begitu juga Kalteng menjadi salah satunya,” katanya, Kamis (24/9/2026).

Ia mengungkapkan bahwa evaluasi tersebut dilakukan dengan berbagai metode pertemuan, seperti melalui virtual maupun langsung meninjau ke lapangan.

“Kemaren beliau-beliau ada tiga malam di tempat kita ini (Palangka Raya), dan berkantor di Hotel Swiss-Belhotel Danum,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, untuk memantau secara langsung kondisi terkini di Kalteng,  Kementerian Kehutanan dan BNPB telah menempatkan staf ahli.

“Staf ahli menteri kehutanan dan BNPB tersebut fungsinya untuk melakukan koordinasi dan supervisi dan masih ada hingga sekarang,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, terkait dengan karhutla yang saat ini tengah melanda Kalteng, terus dilakukan penguatan koordinasi, sehingga apa yang akan dilakukan tetap terukur.

Hasil evaluasi bersama pemerintah pusat itu menurutnya mempercepat pengaktifan water bombing, terlebih terdapat bantuan sejumlah 6 pesawat, namun secara visibility keberangkatan hingga saat ini masih belum memungkinkan.

“Memang ada enam (6) buah pesawat water bombinh, tapi kemungkinan bisa terbangnya harus dengan jarak pandang 6 KM dan kita saat ini 3 hingga 4 KM meter belum sampai,” sebutnya.

Kondisi jarak pandang tersebut menurutnya mengakibatkan pesawat yang berfungsi menjadi water bombing hanya diam di bandara selama berminggu-minggu.

“Awal-awal dulu water bombing yang ada bisa tiap hari melakukan pembasahan di wilayah yang terdampah karhutla, namun sekarang ini kurang, sebab terkendala kabut asap atau jarang pandang,” jelasnya.

Ikuti Saritanews.com di Facebook dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Saritanews.com melalui Halaman Facebook dan Saluran WhatsApp resmi Saritanews.com.