Tasikmalaya, Sarita News – Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS- PTN) Barat kembali memperkuat komitmen internasionalisasi pendidikan tinggi melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional III PTN BKS Barat Tahun 2026.
Pelaksanaan KKN Internasional III tersebut dipusatkan di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat sejak Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Perguruan Tinggi dalam menghadirkan pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi lintas negara.
Selain itu, memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi global melalui interaksi akademik, budaya, dan sosial bersama masyarakat.
Universitas Siliwangi (Unsil) dipercaya sebagai tuan rumah (host) penyelenggaraan KKN Internasional III PTN BKS Barat Tahun 2026, bersama dengan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung sebagai co-host.
Program ini melibatkan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri anggota BKS-PTN Barat serta mahasiswa internasional dari tujuh negara, yaitu Thailand, Pakistan, Malaysia, Bangladesh, Tanzania, India, dan Yaman.
Para peserta akan berkolaborasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat dengan fokus pada pengembangan potensi daerah, termasuk bidang eco-tourism.
Keberhasilan penyelenggaraan KKN Internasional III PTN BKS Barat Tahun 2026 merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari Perguruan Tinggi anggota BKS PTN Barat, pemerintah daerah, panitia pelaksana, dosen pembimbing lapangan, mitra internasional, hingga masyarakat.
Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antar Perguruan Tinggi, Pemerintah, Masyarakat, dan Mitra Global merupakan kekuatan penting dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdampak.
Dalam sambutan pelepasan KKN Internasional III PTN BKS Barat Tahun 2026, Ketua BKS PTN Barat yang juga Rektor Universitas Palangka Raya, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Secara khusus, Prof. Salampak menyampaikan terima kasih kepada Universitas Siliwangi sebagai tuan rumah penyelenggara, Institut Seni Budaya Indonesia Bandung sebagai co-host, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Pemerintah Kabupaten Pangandaran.
Kemudian ke seluruh Perguruan Tinggi Negeri anggota BKS PTN Barat, para mitra internasional, serta mahasiswa dari berbagai negara yang turut berpartisipasi dalam pelaksanaan KKN Internasional III PTN BKS Barat Tahun 2026.
“Kehadiran mahasiswa internasional dalam kegiatan KKN ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya menjadi ruang implementasi ilmu pengetahuan,” katanya.
Tetapi juga hal ini menurutnya menjadi sarana strategis untuk memperkuat kolaborasi, memperluas pertukaran pengetahuan, membangun jejaring akademik, serta mempererat persahabatan antarbangsa.
Lebih lanjut, Prof. Salampak menegaskan bahwa KKN Internasional merupakan investasi strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, adaptif, berkarakter, dan memiliki daya saing global.
“Melalui program ini, Perguruan Tinggi hadir memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, penguatan riset dan inovasi, serta pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa Perguruan Tinggi tidak boleh menjadi menara gading yang terpisah dari kehidupan masyarakat.
“Kampus harus hadir sebagai pusat ilmu pengetahuan yang mampu menghasilkan inovasi, memberikan solusi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi Masyarakat,” ujarnya.
Semangat tersebut sejalan dengan paradigma Kampus Berdampak, di mana keberhasilan Perguruan Tinggi tidak hanya diukur berdasarkan capaian akademik, publikasi, atau reputasi institusi, tetapi juga dari sejauh mana keberadaan Perguruan Tinggi mampu memberikan perubahan positif dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kepada para mahasiswa peserta KKN Internasional, Prof. Salampak berpesan agar mereka hadir sebagai pembelajar yang rendah hati, mendengarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat sebelum menawarkan solusi, serta menjadikan pengalaman pengabdian ini sebagai proses pembentukan karakter kepemimpinan, empati, integritas, dan kepedulian sosial.
“Pelaksanaan KKN Internasional bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi merupakan upaya menyiapkan generasi muda yang mampu belajar dari masyarakat, mengabdikan ilmu pengetahuan, membangun jejaring lintas budaya, serta membawa nama baik Perguruan Tinggi dan bangsa di tingkat global,” jelasnya.
KKN Internasional juga merupakan bagian dari diplomasi akademik Indonesia. Mahasiswa dan dosen menjadi duta intelektual bangsa yang membawa nilai integritas, profesionalisme, penghormatan terhadap keberagaman, dan semangat gotong royong.
Dalam pelaksanaan KKN Internasioanl III, mahasiswa akan ditempatkan di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran yang memiliki beragam potensi unggulan, mulai dari budaya, pendidikan, pertanian, kelautan, pariwisata, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Kawasan tersebut menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan masyarakat sekaligus menghadirkan inovasi yang relevan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, BKS PTN Barat menunjukkan bahwa kolaborasi antar Perguruan Tinggi, pemerintah, masyarakat, dan mitra internasional merupakan kekuatan penting dalam membangun pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdampak. KKN Internasional III PTN BKS Barat Tahun 2026.
“Diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk memperkuat diplomasi akademik Indonesia, memperluas kontribusi Perguruan Tinggi,” terangnya.
Selain itu, menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, dikarenakan Perguruan Tinggi yang besar bukan hanya dikenal karena reputasinya, tetapi dikenang karena manfaat yang diberikannya.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Saritanews.com melalui Halaman Facebook dan Saluran WhatsApp resmi Saritanews.com.

Tinggalkan Balasan