Jakarta, Sarita News – Babak 32 besar Piala Dunia 2026 resmi berakhir dengan menghadirkan sederet kejutan, rekor baru, dan persaingan ketat yang mengantarkan 16 negara melaju ke fase berikutnya.
Format baru Piala Dunia yang untuk pertama kalinya diikuti 48 peserta dinilai membuat fase gugur semakin kompetitif.
Sejumlah tim unggulan tetap mampu menunjukkan dominasinya, namun beberapa negara nonfavorit berhasil menciptakan kejutan besar dengan menyingkirkan lawan yang lebih diunggulkan.
Di antara hasil yang paling menyita perhatian adalah keberhasilan Paraguay menumbangkan Jerman melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Maroko juga kembali membuktikan kualitasnya dengan menyingkirkan Belanda lewat drama adu penalti, sementara Mesir mencatat sejarah setelah meraih kemenangan perdana di fase gugur Piala Dunia usai mengalahkan Australia.
Tim-tim unggulan seperti Prancis, Brasil, Spanyol, Portugal, Inggris, Argentina, Belgia, Amerika Serikat, Meksiko, Swiss, Kanada, Kolombia, Norwegia, dan Maroko turut memastikan langkah ke babak 16 besar.
Prancis menjadi salah satu tim yang tampil paling meyakinkan setelah membungkam Swedia dengan skor 3-0. Dua gol Kylian Mbappe membawa Les Bleus mempertahankan rekor sempurna sepanjang turnamen sekaligus memperkuat status mereka sebagai salah satu kandidat juara.
Sementara itu Argentina harus bekerja lebih keras untuk mengatasi perlawanan Tanjung Verde sebelum menang 3-2.
Kemenangan tersebut juga mengantarkan Lionel Messi kembali menorehkan catatan bersejarah dalam kariernya di ajang Piala Dunia.
Brasil pun dipaksa berjuang hingga menit-menit akhir saat menundukkan Jepang 2-1. Gol kemenangan yang tercipta pada penghujung pertandingan menjadi salah satu momen dramatis sepanjang babak 32 besar.
Selain menyuguhkan pertandingan yang ketat, babak ini juga menghadirkan sejumlah rekor. Selain pencapaian Messi bersama Argentina, penampilan Kylian Mbappe bersama Prancis membuat penyerang tersebut mencatat rekor gol terbanyak di fase gugur Piala Dunia.
Di sisi lain, kemenangan dramatis Paraguay atas Jerman menjadi salah satu kejutan terbesar sejak dimulainya turnamen dengan format 48 peserta.
Pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro, meminta para pemainnya tidak larut dalam euforia setelah menyingkirkan Jerman. Menjelang duel babak 16 besar melawan Prancis, ia menegaskan bahwa timnya tetap harus menjaga fokus.
“Kami tahu tantangan berikutnya akan jauh lebih berat. Bermain dalam kondisi panas memang menjadi situasi yang kami kenal, tetapi itu bukan jaminan kemenangan,” ucapnya.
Ia menyebutkan bahwa, hal yang terpenting adalah mempertahankan semangat dan disiplin.
Di kubu Prancis, Kylian Mbappe menegaskan seluruh pemain menyadari bahwa fase gugur sesungguhnya baru dimulai meski timnya tampil impresif sepanjang turnamen.
“Saya memahami apa yang dipertaruhkan di turnamen ini. Kami semua tahu apa yang harus dilakukan. Mulai sekarang setiap pertandingan adalah final,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, babak 32 besar memperlihatkan bahwa format baru Piala Dunia membuka peluang lebih besar bagi negara-negara yang sebelumnya jarang berbicara di level tertinggi.
Meski demikian, mayoritas tim unggulan dari Eropa dan Amerika Selatan masih mampu menjaga peluang untuk melangkah lebih jauh.
Memasuki babak 16 besar, perhatian kini tertuju pada sejumlah laga bergengsi, di antaranya Prancis menghadapi Paraguay, Brasil melawan Norwegia, Portugal bertemu Spanyol, Amerika Serikat menghadapi Belgia, Meksiko melawan Inggris.
Lalu, Argentina menghadapi Mesir, serta Swiss yang akan menantang Kolombia. Rangkaian pertandingan tersebut diperkirakan kembali menghadirkan persaingan sengit dalam perebutan tiket menuju perempat final.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Saritanews.com melalui Halaman Facebook dan Saluran WhatsApp resmi Saritanews.com.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan