Jakarta, Sarita News – Tim nasional Kolombia akan menghadapi Ghana pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di GEHA Field at Arrowhead Stadium, Kansas City, Amerika Serikat, Sabtu (4/7/2026) WIB. Pertandingan ini menjadi penentu langkah kedua tim menuju babak 16 besar.
Kolombia datang dengan modal positif setelah tampil tanpa kekalahan di fase grup dan keluar sebagai juara Grup K. Tim asuhan Néstor Lorenzo menunjukkan performa yang konsisten, terutama berkat organisasi pertahanan yang solid dan permainan menyerang yang efektif sepanjang penyisihan grup.
Pelatik Kolombia, Nestor Lorenzo mengungkapkan bahwa Ghana merupakan tim yang terorganisir menjelang pertemuan kedua negara pada babak 32 besar Piala Dunia di Stadion Arrowhead, Kansas, Sabtu (4/7) pukul 08.30 WIB.
Mereka bermain sangat baik, dan pemain mereka beberapa bermain untuk klub terbaik di Eropa,” ucap Lorenzo di dalam laman FIFA pada Jumat (3/7/2026)”.
Di sisi lain, Ghana memastikan tiket ke fase gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Meski tidak difavoritkan, The Black Stars memiliki pengalaman menghadapi tekanan di turnamen besar dan bertekad kembali menciptakan kejutan seperti saat mencapai perempat final Piala Dunia 2010.
Laga ini juga menghadirkan cerita menarik karena pelatih Ghana, Carlos Queiroz, akan menghadapi Kolombia, tim yang pernah ditanganinya pada 2019 hingga 2020. Meski demikian, pelatih asal Portugal itu menegaskan masa lalunya tidak akan memengaruhi fokus timnya.
Menjelang pertandingan, pelatih Ghana Carlos Queiroz mengatakan timnya ingin tampil maksimal dan fokus membawa The Black Stars meraih kemenangan. Ia menegaskan seluruh pemain harus menunjukkan kemampuan terbaik demi melangkah ke babak berikutnya.
Menurut Queiroz, seluruh perhatian tim kini tertuju pada bagaimana memaksimalkan kekuatan Ghana dan mengeksploitasi celah permainan Kolombia, bukan membahas pengalamannya bersama Los Cafeteros.
Ia mengakui mengenal karakter sejumlah pemain Kolombia, namun menilai pertandingan akan ditentukan oleh performa di lapangan, bukan sejarah.
Sementara itu, pelatih Kolombia Néstor Lorenzo memilih tidak terlalu mempersoalkan hubungan masa lalu Queiroz dengan timnya. Ia menegaskan fokus utama skuadnya adalah menjaga konsistensi permainan yang telah membawa Kolombia lolos sebagai juara grup.
Kolombia diperkirakan kembali mengandalkan kreativitas lini serang yang dipimpin Luis Díaz, didukung keseimbangan permainan di lini tengah dan pertahanan yang hanya kebobolan satu gol selama fase grup.
Di kubu Ghana, Jordan Ayew dan rekan-rekannya diharapkan mampu memanfaatkan setiap peluang untuk menekan pertahanan lawan melalui serangan balik cepat.
Secara kualitas materi pemain dan performa selama turnamen, Kolombia lebih diunggulkan untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar. Namun, Ghana diyakini tidak akan menyerah begitu saja.
Tim asal Afrika itu memiliki motivasi besar untuk melanjutkan kiprahnya sekaligus menjaga asa menjadi wakil Afrika yang mampu melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Pemenang pertandingan ini akan melaju ke babak 16 besar dan melanjutkan perjuangan dalam perebutan gelar juara Piala Dunia 2026. Dengan karakter permainan yang berbeda, duel Kolombia kontra Ghana diperkirakan berlangsung ketat dan menjadi salah satu laga menarik pada rangkaian babak 32 besar.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Saritanews.com melalui Halaman Facebook dan Saluran WhatsApp resmi Saritanews.com.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan