Palangka Raya, Sarita News – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di lingkungan Universitas Palangka Raya (UPR) secara serentak resmi dilantik dan menandai dimulainya babak baru kepemimpinan periode 2026-2027.

Pelantikan tersebut dilakukan terhadap Koordinator Komisariat (Korkom) beserta empat komisariat di bawahnya, seperti Komisariat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Pertanian (Faperta), dan Fakultas Teknik (FT).

Dalam prosesnya, Ahmad Suhairi dilantik sebagai Ketua Umum Korkom HMI UPR (2026-2027), Nofi Mustika Sari sebagai Ketua Umum Komisariat FKIP, Sagif Atha Zain sebagai Ketua Umum FEB.

Lalu, Ilham Qodir Siregar sebagai Ketua Umum Komisariat FT, dan Farid sebagai Ketua Umum Komisariat Faperta.

Sekretaris Umum MW KAHMI Kalteng, H. Daryana, mengingatkan tentang akar pergerakan HMI kepada seluruh kader yang hingga ini masih berproses di rumah besar mahasiswa Islam tersebut.

“Kami berpesan agar napas keislaman, keilmuan, dan integritas tidak pernah pudar dalam setiap langkah organisasi, mengingat tradisi panjang HMI dalam mencetak kader berintegritas tinggi,” katanya, Sabtu (4/4/2026).

Ketum Korkom Ahmad Suhairi menyampaikan kepada seluruh jajaran bahwa sumpah jabatan yang baru saja diucapkan adalah bentuk komitmen nyata untuk terus bergerak, belajar, dan memberikan kontribusi nyata bagi kampus dan masyarakat.

“Selalu jaga kekompakan dan solidaritas. Jangan sampai persoalan kecil memunculkan intrik antar pengurus atau antar komisariat yang justru mengganggu jalannya organisasi,” ucapnya.

HMI UPR ke depannya menurut Suhairi akan bergerak cepat dan yang menjadi fokus utama mereka adalah mengejawantahkan kegiatan pengkaderan dan keilmuan.

Lebih lanjut, Sekretaris Umum HMI Cabang Palangka Raya, Sadriansyah menekankan pada pentingnya menjaga mesin kaderisasi, sehingga setiap kader HMI terus mencetak agen-agen perubahan yang positif.

Ketua Umum Badko HMI Kalteng, Restu Ronggo Wicaksono turut menantang para pengurus baru untuk membangkitkan kembali dominasi dan taji HMI sebagai episentrum pergerakan intelektual mahasiswa.

“HMI harus kembali menjadi besar di kampus-kampus. Para kader harus mampu menunjukkan bahwa HMI tetap relevan dan berperan dalam dinamika intelektual mahasiswa,” tutupnya.

Simak Berita Sarita News Melalui Google Bertia