Palangka Raya, Sarita News – Anggota DPRD Kalteng, Toga Hamonangan Nadeak soroti ruas jalan provinsi penghubung Amin Jaya-Rantau Pulut di wilayah Kabupaten Seruyan.

Ia menilai pemerintah provinsi alpa terhadap infrastruktur dasar di daerah pedalaman seperti yang terjadi di wilayah tersebut, dan mengakibatkan kerusakan yang dirasakan masyarakat sejak 2016 tersebut semakin parah.

“Tidak ada yang namanya perhatian dari Pemprov sampai detik ini,” kata Toga kepada awak media, Jumat (14/11/2025).

Politikus Milenial asal Fraksi NasDem ini menjelaskan, masyarakat setempat hingga melakukan gerakan dengan urunan bersama, dengan tujuan memperbaiki kondisi jalan.

“Jadi mereka (masyarakat) untuk memperbaiki jalan itu urunan, siapa yang punya mobil Rp500 ribu, yang punya truk Rp 1 juta seperti itu,” bebernya.

Perbaikan yang dilakukan pemerintah, menurut perhatiannya di lapangan, hanya sebatas pengaspalan di titik kecil yang datar, atau sekitar satu setengah kilometer, dan hal tersebut dirasakan belum begitu optimal serta butuh penambahan.

“Yang ada ini pengaspalan cuman satu setengah kilo. Itu pun cuman di depan jalan yang memang datar. Jadi banyaklah memang persoalan di sana yang seharusnya pemerintah harus hadir,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya turut mempertanyakan klaim Pemprov Kalteng yang menyebut 87,33 persen jalan provinsi dalam kondisi mantap.

“Dengan data yang ada 87,33 persen ini jalan yang mantap yang dilalui yang mana? Apakah hasil urunan masyarakat itu jalan yang mantap 87,33 persen?,” ujarnya.

Ruas jalan itu menurutnya dan sesuai aspirasi masyarakat setempat sangat vital bagi masyarakat, karena bisa menjadi jalur yang tembus menuju Kalimantan Barat.

Akan tetapi, perbaikan jalan tersebut tidak masuk dalam rencana anggaran tahun 2026, sehingga pihaknya sangat menyayangkannya.

“Jadi memang dilematis sekali kita lihat masyarakat khususnya Seruyan Tengah dan Seruyan Hulu. Pemerintah harusnya hadir untuk masyarakat di sana,” tuturnya.

Ia turut menambahkan, warga kini harus bergotong royong memperbaiki jalan menggunakan dana pribadi dan alat berat pinjaman dari perusahaan sekitar.

“Bisa ditanyakan masyarakat di desa yang ada di Seruyan Tengah dan Seruyan Hulu bagaimana sakitnya mereka melewati jalan itu,” kata dia.

Pihaknya berharap Pemprov Kalteng melalui dinas terkait tidak menutup mata terhadap penderitaan warga, dan secara ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lainnya di kawasan tersebut juga tidak terisolasi, akibat infrastruktur jalan yang tidak layak.

“Bagaimana ke depannya ini masyarakat menikmati hadirnya pemprov melalui infrastruktur yang ada,” pungkasnya.

Simak Berita Sarita News Melalui Google Berita