Palangka Raya, Sarita News – Universitas Palangka Raya (UPR) kembali membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat melalui Seleksi Mandiri Lokal (SML) Tahun 2026 dan menjadi komitmen UPR dalam memberikan kesempatan kepada putra dan putri terbaik Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri.

Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Natalina Asi, M.A., menjelaskan, penyelenggaraan SML merupakan bentuk komitmen UPR dalam mengakomodasi potensi sumber daya manusia agar memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.

“Kami menyadari setiap daerah memiliki potensi sumber daya manusia yang luar biasa. Oleh karena itu, jalur mandiri lokal bukan sekadar jalur seleksi, tetapi juga merupakan ikhtiar UPR untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada generasi muda berkembang, berprestasi, dan menjadi motor penggerak pembangunan,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Pihaknya mengharapkan, melalui jalur tersebut UPR dapat menjaring calon mahasiswa yang memiliki semangat belajar tinggi, karakter yang baik, serta kecintaan terhadap daerahnya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kalteng dan Indonesia.

“UPR ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kemajuan Kalteng serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” ucapnya.

“Karena itu, kami berharap peserta yang mengikuti seleksi ini benar-benar memiliki motivasi untuk belajar, berkarya, dan mengabdi kepada masyarakat,” imbuhnya.

Natalina menegaskan seluruh tahapan Seleksi Mandiri Lokal dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan.

Pihaknya juga mengajak seluruh peserta mengikuti proses seleksi secara jujur, percaya terhadap kemampuan sendiri, serta menjadikan seleksi sebagai pengalaman yang membangun.

“Pelaksanaan seleksi ini akan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan. Kami mengajak seluruh peserta untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan jujur, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan menjadikan proses ini sebagai pengalaman yang membangun,” tututnya.

Lebih lanjut, Ketua Panitia SML UPR Tahun 2026, Surya Wijaya, S.E., M.Si membeberkan, hingga penutupan pendaftaran pada 22 Juli 2026 tercatat sebanyak 108 peserta mengikuti Seleksi Mandiri Lokal. Para peserta berasal dari lima provinsi dengan dominasi pendaftar dari Kalteng.

Ia merinci, sebanyak 98 peserta berasal dari Kalteng, empat peserta dari Kalimantan Selatan, tiga peserta dari Jawa Timur, dua peserta dari Kalimantan Timur, serta satu peserta dari Sumatera Utara.

Dari jumlah tersebut, Kota Palangka Raya menjadi daerah dengan pendaftar terbanyak, yakni 37 orang, sedangkan peserta lainnya berasal dari hampir seluruh kabupaten di Kalteng.

Kabupaten Barito Selatan sebanyak 8 peserta, Barito Timur 3 peserta, Barito Utara 3 peserta, Gunung Mas 7 peserta, Kapuas 9 peserta, Katingan 6 peserta, Kotawaringin Timur 9 pesert, Lamandau 2 peserta, Murung Raya 8 peserta, Pulang Pisau 5 peserta dan Kabupaten Seruyan 1 peserta.

Surya mengungkapkan, jumlah peserta tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 150 orang.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi adanya perubahan mekanisme seleksi yang kini mewajibkan seluruh peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang diselenggarakan langsung oleh UPR.

“Perubahan mekanisme ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas seleksi, objektivitas, dan transparansi. Jadi peserta tetap harus mengikuti tes meskipun sebelumnya pernah mengikuti SNBT atau SMMPTN-Barat,” ucapnya.

“Sejumlah peserta yang mengikuti SML tahun ini juga merupakan lulusan seleksi nasional yang belum berhasil diterima sehingga kembali memanfaatkan kesempatan melalui jalur mandiri dengan mekanisme ujian yang baru,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan UTBK SML UPR Tahun 2026 berlangsung selama satu hari, yakni Jumat, 24 Juli 2026, dengan memanfaatkan enam ruang ujian di Gedung UTBK UPR.

Seluruh peserta dibagi ke dalam beberapa sesi hingga siang hari agar proses seleksi berlangsung tertib, efektif, dan sesuai jadwal.

“Setelah seluruh tahapan seleksi selesai, peserta yang dinyatakan lulus akan melanjutkan proses registrasi pada 29 Juli hingga 7 Agustus 2026. Kami menargetkan seluruh mahasiswa jalur mandiri lokal sudah registrasi sebelum PKKMB dimulai,”

“Dengan begitu mereka bisa langsung mengikuti PKKMB bersama mahasiswa jalur lainnya dan seluruh proses penerimaan mahasiswa baru dapat selesai tepat waktu,” tutupnya.

Ikuti Saritanews.com di Facebook dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Saritanews.com melalui Halaman Facebook dan Saluran WhatsApp resmi Saritanews.com.