Palangka Raya, Sarita News – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Dayak Bersatu (ADB) Kalimantan Tengah (Kalteng) Periode 2026-2031 akhirnya resmi dilantik dan dikukuhkan, Palangka Raya, Kamis (9/4/2026).

Organisasi Masyarakat atau Ormas yang berbasis pada kesukuan ini bertekad untuk mengangkat kembali eksistensi Suku Dayak dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).

Ketua Dewan Pembina DPP ADB Kalteng, Johan LH Bangkan menjelaskan bahwa tugas utama DPP ADB Kalteng ialah untuk mendorong agar Pulau sebesar Kalimantan yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) dapat memberikan manfaat bagi peningkatan SDM dan Ekonomi masyarakat.

“Tugas pokok atau yang utama ialah ADB ini dapat pemanfaatan mendorong SDA Kalimantan agar digunakan untuk peningkatan SDM dan kesejahteraan Dayak Kalteng,” katanya.

Namun, pihaknya juga menyadari bahwa setiap tujuan organisasi tersebut akan tercapai jika tidak adanya sinergitas dengan berbagai stakeholder.

“Kami akan bersinergi dengan semua pihak. Bukan hanya dengan pemerintah daerah, tapi hingga ke pemerintah pusat,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan secara aktif mendorong SDM terbaik untuk dapat menduduki jabatan-jabatan strategi di pemerintahan, khususnya agar dapat berperan serta dalam pembangunan nasional maupun daerah.

“Karena kita melihat betul bahwa apa dampak kehadiran yang punya (perusahaan) sawit dan tambang di Kalteng. Apakah ada mereka memyekolahkan orang Dayak hingga ke luar negeri atau doktor, tidak ada. Jadi inilah tugas dari Ormas inilah nanti,” tegasnya.

Ketua Umum DPP ADB Kalteng, Megawati Asmin menambahkan, setelah pelantikan dan pengukuhan kepengurusan tersebut, pihaknya segera bergwrak untuk membentuk kepengurusan diwilayah lainnya, baik tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.

“Kami akan segera melakukan rekrutmen ke kabupaten maupun kota, kecamatan hingga desa. Serta untuk program utama kami tentu konsolidasi awal organisasi terlebih dahulu,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sekretaris Dewan Penasehat, Aswin Usup sangat mengapresiasi pembentukan yang ditandai dengan pengukuhan DPP ADB Kalteng tersebut.

“Sebenarnya Dayak ini adalah salah satu suku yang paling unik di Indonesia, terlebih Dayak merukan penduduk asli Pulau Borneo, sehingga Dayak sendiri bukan hanya sekedar suku, namun sudah Suku Bangsa Dayak, karena bukan hanya di Indonesia, namun juga ada di Brunai dan Malaysia,” ungkapnya.

Aswin mengaku sangat bangga atas adanya ADB, sehingga diharapkan dapat menjadi wadah bernaung atau berhimpunnya masyarakat yang bersuku Dayak dalam memperjuangkan berbagai hal di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Dengan adanya ABD ini nantinya kita harapkan dapat menjadi wadah yang tepat untuk kita memperjuangkan hak masyarakat dan kita tunjukan ke dunia bahwa Dayak dapat menjadi contoh dalam mengelola hutan,” tukasnya.

Sima Berita Sarita News Melalui Google Berita