Palangka Raya, Sarita News – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menegaskan komitmennya untuk menjalankan pembangunan daerah secara transparan, efisien, dan akuntabel.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran menyampaikan bahwa pemerintahan daerah dibawah kepemimpinannya telah merumuskan langkah-langkah strategis dan telah dilakukan dalam memperbaiki tata kelola anggaran.
“Kami juga telah meningkatkan pelayanan publik dan memperkuat pengawasan terhadap aktivitas-aktivitas pembangunan dan ekonomi di daerah,” katanya, Jumat (21/11/2025).
Terlebih, menurutnya, selama lebih dari delapan bulan masa kepemimpinan Agustiar Sabran, pemerintah daerah fokus melakukan penghematan anggaran di berbagai sektor, termasuk perjalanan dinas, akomodasi, ATK, kegiatan dinas di hotel, dan belanja operasional lainnya.
Dan, di sisi lain, Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat signifikan, termasuk kinerja Bank Kalteng yang pada tahun berjalan telah mencapai Rp 360 miliar, mendekati target pendapatan tahun ini.
“Kami juga terus menindak aktivitas ilegal seperti pengangkutan kayu berusia puluhan tahun, pengambilan batu yang tidak sesuai aturan, serta penggunaan kendaraan bermuatan berlebih yang merusak jalan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia meminta masyarakat untuk memberikan laporan berbasis data konkret, bukan perkiraan, agar penegakan hukum dapat dilakukan secara tepat.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut meluruskan isu terkait dugaan potongan liar, “sharing”, atau pungutan tidak resmi di lingkungan birokrasi.
Pemerintah menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks dan tidak ada praktik seperti itu dalam pemerintahan.
“Satu-satunya potongan yang sah adalah Tunjangan Kinerja (TPP) sesuai aturan perundang-undangan. Seluruh bantuan dan program pemerintah harus mengikuti regulasi resmi, dan pemberian dana tanpa dasar hukum dapat berakibat pidana,” ungkapnya.
Ia menekankan, kolaborasi dengan masyarakat merupakan fondasi keberhasilan pembangunan. Warga diharapkan aktif memberikan kritik konstruktif, masukan, serta mengawasi pembangunan infrastruktur seperti jalan provinsi, jalan kabupaten, hingga fasilitas publik lainnya.
Agustiar Sabran Minta Media Mengawal Jalannya Pemerintahan yang ia pimpin. Dan, secara khusus mengajak awak media untuk terus menjadi mitra strategis dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas.
“Tidak hanya itu, media juga kami harap dapat menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada publik,” ujarnya.
Lalu, menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Mengoreksi apabila terdapat kekeliruan, serta mengawasi jalannya pembangunan di lapangan.
“Kami meminta awak media untuk selalu mengawal kami. Media adalah mitra penting dalam menjaga pemerintahan tetap bersih, terbuka, dan berpihak kepada masyarakat,” terang Agustiar.
Pemprov Kalteng juga bertekad memperkuat prinsip integritas dan keterbukaan dalam pengelolaan anggaran. Peningkatan kualitas pelayanan publik. Dan, penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal.
“Komitmen kami juga, pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan dan kolaborasi kuat antara pemerintah, masyarakat, dan media,” tuturnya.
Dengan semangat kebersamaan dan pengawasan yang kuat, pemerintah optimistis pembangunan dapat berjalan lebih bersih, efektif, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat Bumi Tambun Bungai.
Simak Berita Sarita News Melalui Google Berita


Tinggalkan Balasan