Palangka Raya, Sarita News – Gubernur Agustiar Sabran melalui Plt. Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah (Sekda Kalteng), Leonard S. Ampung, mengapresiasi keberhasilan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kalteng yang meraih Penghargaan BRIDA Optimal 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Prestasi ini harus memacu kita untuk berinovasi, memanfaatkan riset bagi kemajuan daerah, serta mengelola sumber daya alam dan budaya Kalteng secara optimal,” katanya Leonard saat diwawancara awak media, Jumat (14/11/2025).

Ia menegaskan, bahwa saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng berfokus pada bahan setengah baku untuk diekspor ke luar daerah.

“Kita tidak boleh hanya menjadi penghasil bahan mentah,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini sangat penting adanya pengembangan produk unggulan lokal, termasuk obat-obatan herbal dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), seperti pasak bumi, gaharu, rotan, dan madu hutan.

“Melalui riset dan inovasi daerah, kita perlu mengembangkan standar mutu dan keamanan produk herbal, menjembatani pelaku usaha lokal dengan lembaga riset dan universitas, serta mendorong hilirisasi HHBK agar memiliki nilai tambah dan daya saing tinggi, baik di pasar nasional maupun internasional,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah (Rida) Bapperida, Endy, dalam laporannya menjelaskan, pihaknya saat ini berupaya meningkatkan sinergi dan efektivitas pelaksanaan program riset dan inovasi daerah.

Selain itu, sekaligus melakukan pendalaman arah kebijakan dan rencana tindak lanjut yang tertuang dalam Brand Book Riset dan Inovasi Kalteng 2025–2030.

“Kami juga telah melaksanakan Rapat Koordinasi Teknis, khususnya untuk memperkuat ekosistem riset, pemanfaatan hasil riset dalam pembangunan, dan kerja sama antar-lembaga,” tutupnya.

Simak Berita Sarita News Melalui Google Berita